Saturday, May 18, 2013

MENGERTI AKAN ARTI HIDUP


          Kebanyakan orang-orang pada umumnya memandang bahwa hidup adalah sebatas apa yang mereka pikirkan, dalam artian mereka hanya saja membatasi pikiran mereka dalam berkarya. Seseorang tidak akan pernah tahu akan kemampuannya sebelum seseorang tersebut melakukan di luar batas kemampuan mereka sendiri. Dan itupun sudah banyak kita jumpai dalam karya-karya agung di dunia. Jika kita menginginkan sesuatu hal yang baru atau berbeda kita harus berani melakukan di luar batas apa yang tidak pernah orang-orang lakukan selama ini dan itu tidak akan pernah lepas dari resiko dalam mengarungi sebuah penemuan-penemuan terbaru. Ingatlah akan perjuangan orang-orang terdahulu, bagaimana mereka bisa menjadi orang–orang yang di kagumi bahkan di kenang sampai hayat mereka tiba.

Friday, May 17, 2013

Artikel tentang Kenakalan Remaja



Ada seorang Ibu yang tinggal di Jakarta bercerita bahwa sejak maraknya kasus tawuran pelajar di Jakarta, Beliau mengambil inisiatif untuk mengantar dan menjemput anaknya yang sudah SMU, sebuah kebiasaan yang belum pernah Beliau lakukan sebelumnya. Bagaimana tidak ngeri, kalau pelajar yang tidak ikut-ikutan-pun ikut diserang ?
Mengapa para pelajar itu begitu sering tawuran, seakan-akan mereka sudah tidak memiliki akal sehat, dan tidak bisa berpikir mana yang berguna dan mana yang tidak ? Mengapa pula para remaja banyak yang terlibat narkoba dan seks bebas ? Apa yang salah dari semua ini ?
Seperti yang sudah diulas dalam artikel lain di situs ini, remaja adalah mereka yang berusia antara 12 - 21 tahun. Remaja akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis sebagai berikut :
1.       Masa Pra-pubertas (12 - 13 tahun)
2.       Masa pubertas (14 - 16 tahun)
3.       Masa akhir pubertas (17 - 18 tahun)
4.       Dan periode remaja Adolesen (19 - 21 tahun)

Thursday, May 16, 2013

Faktor Faktor yang mempengaruhi kemandirian Remaja


Sebagaiman aspek-aspek psikologis lainnya, kemandirian juga bukanlah murni sebuah bawaan semata yang melekat pada individu sejak ia dilahirkan kedunia. Perkembangannya juga dipengaruhi oleh berbagai stimulasi yang dating dari lingkungannya.
Ada sejumlah factor yang mempengaruhi perkembangan kemandirian, yaitu sebagai berikut:
1.       Gen atau keturunan orang tua. Orang tua yang memiliki sifat kemandirian tinggi seringkali menurunkan anak yang memilki kemandirian juga.  Namun ada juga pendapat yang mengatakan sesungguhnya bukan sifat kemandirian orang tuanya itu yang menurun pada kepada anaknya, melainkan sifat orang tuanya muncul bersamaan dengan cara orang tua mendidiknya.
2.       Pola asuh orang tua. Orang tua yang terlalu banyak melarang dan mengeluarkan kata “jangan” kepada anak tanpa disertai penjelasan yang rasional akan menghambat perkembangan kemandirian anak. Sebaliknya orang tua yang menciptakan suasana aman dalam interaksi keluarganya akan mendorong kelancaran perkembangan motorik sang anak. Demikian juga, dengan orang tua yang sering membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang ainnya juga akan berpengaruh kurang baik terhadap perkembangan kemandirian anak.

Tuesday, May 14, 2013

BETAPA HEBATNYA KEBOHONGAN


Jangan remehkan kebohongan.
Kekuatannya mampu meruntuhkan sebuah negara.
Kekuatannya pula banyak dipakai oleh raja-raja untuk tetap berada di atas tahta.
Maka, adalah naif, jika anda berkata, berbohong hanya dilakukan oleh anak-anak yang tertangkap basah membolos sekolah.

Pesan Buat Yang Lagi Galau Karena CInta



BUAT YANG MASIH SINGLE
 
Cinta ibarat kupu2. Makin kau kejar, makin ia  menghindar. Tapi  bila kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu disaat kau tak  menduganya. Cinta bisa membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti, tapi cinta itu hanya istimewa apabila kau berikan pada seseorang yang  layak menerima. Jadi tenang2 saja, jangan ter-buru2  dan pilihlah yang  terbaik.
 
BUAT YANG RAGU -RAGU DENGAN PERNIKAHAN
 
Cinta bukannya perkara menjadi "orang sempurna"nya  seseorang. Justru perkara menemukan seseorang yang bisa membantumu menjadikan dirimu menjadi sesempurnanya.

CIRI-CIRI SI KECIL MENJADI KORBAN KEKERASAN


Berikut beberapa tanda yang menurut Ical bisa dijadikan acuan bagi orang tua saat berusaha mendeteksi kekerasan pada anak baik oleh pengasuhnya, kakaknya, gurunya atau orang terdekat lainnya:
* Agresif
Sikap agresif biasanya ditujukan anak kepada pelaku tindak kekerasan. Sikap agresif ini umumnya akan ditunjukkan saat anak merasa ada orang yang bisa melindungi dirinya. Saat ayah/ibu ada di rumah, anak langsung memukul atau melakukan tindakan agresif terhadap si pengasuh. Namun orang tua perlu hati-hati karena tidak semua sikap ini menunjukkan bahwa anak telah mengalami tindak kekerasan. Anak yang sedang dalam masa agresif, bisa saja ingin menunjukkan kepada orang tuanya mengenai sikap agresifnya.

8 KEINGINAN ANAK DARI ORANG TUA


Ternyata, anak pun punya harapan kepada orang tua. Mereka menginginkan orang tua yang punya waktu luang untuknya, yang mau berbagi, dan sebagainya. Apa lagi? Sudah seminggu ini Tesa diam membisu. Tak mau makan, enggan belajar, bahkan berbicara pun pelit. Selidik punya selidik, ternyata gadis 8 tahun ini tengah ngambek dan kesal pada orang tuanya. Menurutnya, orang tuanya hanya peduli pada diri mereka sendiri, dan membiarkan dirinya tumbuh sendiri bersama orang lain alias pembantu yang setiap hari mengasuhnya.
Terlalu sibuk, itu alasan klise kenapa banyak orang tua yang akhirnya menyerahkan urusan si kecil pada baby sitter atau pembantu. Padahal, anak menginginkan orang tua yang mau memerhatikan mereka. Apa lagi keinginan anak yang perlu diketahui orang tua?